Inilah Pengertian Suspensi Dan Fungsi Tiap Bagiannya Pada Mobil Dan Motor

By | May 17, 2017

Pengertian Suspensi Dan Fungsi Tiap Bagiannya – Dalam beraktivitas sehari – hari baik itu menggunakan sepeda motor atau mobil kenyamanan dalam berkendara adalah faktor yang diutamakan oleh pengendara maupun penumpangnya. Namun demikian, kendaraan bermotor baik itu sepeda motor atau mobil akan selalu mengalami getaran maupun gocangan yang disebabkan oleh mesin kendaraan sendiri atau karena kondisi pemukaan jalan yang dilewati. Dimana getaran atau goncangan itu pastinya sering kali dirasakan oleh penggunanya. Sehingga untuk mengurangi getaran dan goncangan tersebut, setiap kendaraan perlu dilengkapi dengan suspensi.

Sistem Suspensi adalah mekanisme yag ditempatkan diantara bodi atau rangka dan roda-roda. Fungsi dari sistem suspensi  untuk menahan goncangan , getaran, dan kejutan yang ditimbulkan oleh permukaan jalan yang tidak rata. Pada sebuah sepeda motor, rangka dipasangkan langsung pada roda-roda. Jika sepeda dikendarai melalui jalan yang bergeronjal, benturan jalan akan diteruskan langsung terhadap rangka bodi sepeda dan kemudian dirasakan oleh si pengendara getaran – getaran tersebut.

Hal yang sama pun juga terjadi pada sebuah mobil. Sehingga bila sebuah mobil tidak difasilitasi dengan sistem suspensi diantara roda dan bodinya, maka tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penggunanya dalam mengendarai sebuah mobil. Selain itu, juga bisa merusak barang bawaan yang ada. Jadi kesimpulannya adanya Suspensi pada satu kendaraan terutama mobil itu sangatlah penting. Kemudian selain berfungsi untuk menahan getaran atau goncangan, suspensi juga mempunyai fungsi lainya

Pengertian Suspensi

Fungsi Sistem Suspensi

  1. Dengan dibantu ban mampu menyerap berbagai macam getaran, oskilasi, dan Hal tidak terduga yang dialami kendaraan dan bisa juga untuk melindngi penumpang serta barang muatan dan menambah tingkat stabilitas kendaraan.
  2. Meneruskan getaran dan pengereman yang mengakibatkan adanya pergesekan antara permukaan jalan dan roda-roda pada sasis dan bodi mobil.
  3. Menopang bodi pada poros-poros (axle) serta menjaga sifat geometris yang berhubungan dengan bodi dan roda mobil.

Komponen – Komponen Utama Sistem Suspensi

Dikatakan sistem suspensi maka harus ada komponen penyusunnya. Adapun komponen – komponen utamanya sebagai berikut :

  1. Pegas, berfungsi Menetralisir kejutan – kejutan dan getaran – getaran dari permukaan jalan yang tidak rata.
  2. Shock absorber, berfungsi untuk menyempurnakan pengendaraan dengan membatasi kebebasab osilasi pegas-pegas.
  3. Stabilizer bar, berfungsi untuk mencegah bergoyangnya kendaraan ke arah sisi. Sistem linkage, yang menahan komponen tersebut di atas pada tempatnya dan mengontrol gerakan roda-roda ke arah sisi atau ke arah depan.

A. Pegas

Pegas tebuat dari baja dan berfungsi untuk menyerap kejutan dari permukaan jalan dan getaran roda-rda agar tidak ke bodi. Pegas Coil Pada Sistem Suspensi ada 3 macam pegas, yaitu pegas daun, coil dan batang torsi.

Pegas Koil (Coil Spring)

Pegas Koil

Pegas coil atau coil spring bia dibandingkan dengan pegas yang lainnya memiliki tahanan atau redaman kejutan yang lebih baik dan tidak terjadi gesekan antara pegas (defleksi) yang menyebabkan getaran pada body. Sebaliknya pegas koil memiliki kekurangan saat menerima kejutan, maka secara langsung kejuan tersebut dilendutkan sehingga menyebabkan kejutan balik yang cepat pada body. Oleh karena pada umumnya pegas koil di kombinasikan dengan shock absorber.

Pegas Daun (Leaf Spring)

Pegas Daun

Pegas daun berbahan baja yang dibuat bengkok dan bersifat fleksibel. Pegas daun biasanya digunakan pada kendaraan angkutan seperti colt, truck, dan ada beberapa mobil penumpang yang juga menggunakan pegas tipe ini. Pegas ini mempunyai keuntungan kontruksinya lebih sederhana, dapat meredam getarannya sendiri, lebih kuat dan juga berfungsi sebagai lengan penyangga (tidak memerlukan lengan memanjang dan melintang). Sedangkan kerugiannya adalah dalam menyerap getaran atau kejutan tidak sebaik pegas koil, sehingga kenyamanan juga kurang.

Pegas Batang Torsi (Torsion Bar Spring)

Pegas Batang Torsi

Hampir sama dengan kedua pegas sebelumnya, pegas ini sama sama dibuat dari batang baja tetapi batang baja ini bersifat elastis terhadap puntiran. Dengan puntiran tersebut pegas jenis ini mampu melakukan absorpsi terhadap getaran yang timbul akibat permukaan jalan yang tidak rata. Pegas batang torsi ini harganya lebih mahal, tetapi memiliki beberapa keuntungan kontruksi sederhana, tidak memerlukan banyak tempat, dapat menyetel tinggi bebas mobil dan lain sebagainya.

Tabel Perbedaan Pegas Koil dan Pegas Batang Torsi

Pegas Koil ( Coil Spring ) Pegas Batang Torsi ( Torsion Bar Spring )
Kelemahan Kelebihan Kelemahan Kelebihan
Membuat konstruksi dari suspensi rumit Pegas dapat dibuat ringan Produktifitasnya tidak efisien Tergolong Paling ringan bila dibandingkan kedua pegas lainnya
Langkah pemegasan panjang Membantu menjaga kualitas berkendara yang lebih baik dan dapat menyerap getaran yang memiliki frekuensi tinggi Harga agak mahal Suspensi ini bisa dipakai dengan sederhana meski coil spring juga digunakan
Tidak dapat  meredam getaran sendiri Tidak dapat  menerima gaya horisontal ( perlu lengan – lengan Tidak mempunyai sifat meredam getaran sendiri Secara efektif menyerap getaran dengan frekuensi yang tinggi
Energi beban yang diabsorsi lebih besar daripada pegas daun Mekanisme Pegas yang lumayan panjang Memerlukan sedikit tempat
Dapat dibuat pegas lembut Energi yang diabsorsi lebih besar daripada pegas lain
Dapat menyetel tinggi bebas mobil

B. Shock Absorber

Shock Absorber (shock breaker) yang jika di Bahasa Indonesiakan berarti peredam kejut, merupakan salah satu komponen utama dalam sistem suspensi. Semua kendaraan pasti ada komponen ini. Shock absorber berkolaborasi dengan pegas (spring). Shock absorber berfungsi untuk meredam oskilasi (gerakan naik turun) pegas saat menerima kejtan dai permukaan jalan.

Shock Absorber

Cara kerja shock absorber

Saat kompresi

Pada saat kompresi/turun, maka piston bergerak turun dan katup (valve) terbuka sehingga minyak dapat mengalir dengan lancar, sehingga tidak terjadi peredaman.

Saat ekspansi

Ketika naik / ekspansi, piston bergerak naik sekaligus menutup katup. Sehingga minyak akan mengalir melewati lubang kecil dan pada saat itulah terjadi peredaman oskilasi yang dilakukan pegas.

Tipe Shock Absorber

Shock absorbe dikelompokkan berdasarkan cara kerjanya, konstruksinya, dan medium kerjanya.

Penggolongan menurut cara kerjanya

  • Shock absorber kerja tunggal (single action) : Efek meredam hanya erjadi saat ekspansi. Sebaliknya saat kompesi tidak terjadi peredaman.
  • Shock absorber kerja ganda (doule action) : Saat ekspansi dan kompresi selalu erjadi peredaman.

Penggolongan menurut konstrksinya

  • Shock absorber tipe mono tube : Dalam shock absorber terdapat satu silinder tanpa reservoir.
  • Shock absorber tipe twin tube : Dalam shock absorber terdapat pressure dan outer chamber yang membatasi workng chaber dan reservoir chamber.

Penggolongan menurut medium kerja

  • Shock absorber tipe hidrolis : Di dalamnya terdaat minyak shock absorber sebagai media kerjanya.
  • Shock absorber tipe gas : Ini adalah shock absorber hidrolis yang diisi dengan gas. Biasanya gas yang digunakan adalah gas nitrogen, yang dijaga ada tekanan rendah 10 – 15 kg/cm2 atau tekanan tinggi 20 – 30 kg/cm2.

C. Ball Joint

Fungsi dari ball joint untuk menerima beban vertikal dan lateral, juga sebagai sumbu putaran roda saat kendaraan berbelok. Pada bagian dalam ball joint terdapat gemuk untuk melumasi bagian yang bergesekan dan setiap interval tertentu harus diganti dengan tipe molibdenum disulfide lithium base. Pada tipe bal joint yang menggunakan dudukan dari resin, tidak diperlukan penggantian gemuk.

Ball Joint

D. Stabilizer Bar

Stabilizer bar berfungsi untuk mengurangi kemiringan kendaraan akibat gaya sentrifugal saat kendaraan membelok.Untuk suspensi depan, stablizer bar biasanya dipasang pada kedua lower arm melalui bantalan karet dan linkage. Untuk bagian tenan ke frame terdapat dua tempat yang melewati bushing. Batang stabilizer cenderung menahan terhadap puntiran. Tahanan ini berfungsi mengurangi body roll dan memelihara bodi dalam kemiringan yang aman.

Stabilizer Bar

E. Strut Bar

Strut bar memiliki fungsi untuk menyokong lower arm agar tidak bergerak secara maju mundur, ketika melibtasi jalan bergeronjal atau goncangan karena dilakukannya pengereman.

Strut Bar

F. Lateral Control

Lateral control rod dipasang diantara axle dan bodi kendaraan. Tujuanya tidak lain adalah untuk menyokong posisi axle terhadap tekanan dari arah samping.

Lateral Control

Demikian ulasan kami di dalam artikel mengenai Pengertian Suspensi Dan Fungsi Tiap Bagiannya ini, semoga bisa lebih menambah wawasan pembaca sekalian tentang dunia otomotif agar pembaca bisa lebih selektif lagi dalam menentukan mobil idaman anda. Terima Kasih.

Kata Kunci Masuk:

  • pengertian single action pada sepeda motor
  • kegunaan suspensi pada kendaraan sehari hari
  • pengertian dan fungsi suspensi
  • pengertian single action
  • pengertian single action shock absorber motor